Jam Keren

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 24 September 2012

Cara membuat link berwarna-warni 

Cara membuatnya :

1. Login ke dashboard blogger anda.
2. Pilih Rancangan > Elemen Laman > Add gadget (HTML/JavaScript).
3. Copy kode javascript dibawah ini dan paste pada gadget.
<script src='http://hbhost.googlecode.com/files/rainbow-link.js'/>
4. Selesai dan silahkan diliat hasilnya.
5. Cara lainnya adalah sobat bisa meletakkan script tadi pada template tepatnya diatas kode <body> , masuk ke menu Edit HTML, letakkan scriptnya dan save template anda.
cara memasang lagu tersembunyi di blog


Berikut cara memasangnya :

1. Log in di blogger dengan id anda untuk masuk ke akun dan mengedit blog anda.
2. Klik Tata Letak / Layout
3. Tambahkan gadget dengan mengklik Add a Gadget
4. Pada menu yang tersedia, pilih atau klik HTML/Javascript
5. Selanjutnya masukkan kode berikut di bawah ini dengan cara copy dan paste pada kotak from HTML tersebut.



<embed src="http://divine-music.info/musicfiles/Plain White Ts - Hey There Delilah.swf" autostart=true loop=true width=0 height=0 align="CENTER"></embed>




Note :
Ganti kode
http://divine-music.info/musicfiles/Plain White Ts - Hey There Delilah.swf dengan kode musik yang akan anda pasang . .
Ingat harus berdomain ( .swf ) agar kode HTML dapat bekerja . .


bila ingin memilih lagunya silahkan klik disini

Senin, 10 September 2012

Cara Membuat Virus Menggunakan Visual Basic (VB)

Virus komputer merupakan program komputer yang dapat menggandakan atau menyalin dirinya sendiri dan menyebar dengan cara menyisipkan salinan dirinya ke dalam program atau dokumen lain. Virus komputer dapat dianalogikan dengan virus biologis yang menyebar dengan cara menyisipkan dirinya sendiri ke sel makhluk hidup. Virus komputer dapat merusak (misalnya dengan merusak data pada dokumen), membuat pengguna komputer merasa terganggu, maupun tidak menimbulkan efek sama sekali. Virus yang akan kita coba buat kali ini akan dibuat dengan menggunakan Visual Basic Script. Terlebih dulu kira akan rencakan skenario kerja dari virus tersebut. Skenario virus tersebut adalah sebagai berikut:

Sabtu, 08 September 2012

Bagi yang ingin download VISUAL BASIC full version klik di sini
Dan bagi yang ingin download VISUAL BASIC portable Klik Di Sini
cara membuat AV di VB 0.6:
Sekarang kehadiran para virus maker (–selanjutnya disingkat jadi VM saja) lokal telah membuat gerah para user komputer tanah air. Bisa dibayangkan bila dari sekian banyak virus lokal tidak satu-dua yang menghancurkan data (terutama bagi file office; word, excel, dll…). Bagi para vendor Anti Virus (–selanjutnya disingkat menjadi AV saja) fenomena ini adalah lahan bisnis untuk produk mereka. Sebut saja NORMAN, yang kini men-support perusahaan konsultan virus lokal (–VAKSIN.COM) , Symantec, McAffe, NOD32, dan sebagainya. Dengan menawarkan update definisi software AV tercepat, engine scanner paling sensitif, dan lain-lain merupakan kiat untuk memancing para korban virus membeli dan menggunakan software AV mereka. Bagi penulis sendiri hal ini memang agak memberatkan mengingat update file definisi atau engine AV tsb haruslah melalui koneksi internet. Lalu bagaimana yang tidak mempunyai akses sama sekali? Konsekuensinya iyalah tertinggal dalam hal pengenalan varian virus baru yang pada ujung-ujungnya membuat AV yang sudah terinstall bagai ‘Macan Ompong’. Kalau kita membuat AV sendiri bagaimana? dengan database definisi yang bisa diupdate oleh kita bahkan dapat saling tukar dengan teman? Bisa saja, dengan syarat mau mempelajari sedikit teknik pemograman. Pertama kita harus mengerti bagaimana cara kerja sebuah AV sederhana, pada dasarnya sebuah software AV mempunyai komponen-komponen : 1. Engine scanner, ini merupakan komponen utama AV dalam mengenali sebuah pattern virus. Engine ini dapat dikelompokkan menjadi statis dan dinamis. Statis dalam hal ini dapat disebut menjadi spesifik terhadap pattern tertentu dari sebuah file virus. Checksum merupakan salah satu contoh dari engine statis ini. Dinamis dalam artian dia mengenali perilaku ‘umum’ sebuah virus. Heuristic menjadi salah satu contohnya. 2. Database definition, menjadi sebuah referensi dari sebuah pattern file virus. Engine statis sangat bergantung kepada komponen ini. 3. Decompress atau unpacking engine, khusus untuk pengecekan file-file yang terkompresi (*.rar, *.zip, dll) atau kompresi atau packing untuk file PE seperti UPX, MeW , dll. Tidak jarang hasil dari pengecekan terhadap file suspect virus menghasilkan false-positive bahkan false-negative (– false-positive berarti file yang bersih dianggap thread oleh AV, dan false-negative berarti file yang 100% thread akan dianggap bersih). Semua itu dapat diakibatkan oleh ketidak-sempurnaan dari engine scanner itu sendiri. Misal pada contoh kasus Engine String scanner (–Engine scanner yang menyeleksi string-string dari file text-based), bila diterapkan rule 3 out of 5 (– bila AV menemukan 3 dari daftar 5 string kategori malicious) maka AV akan memberikan bahwa file terindikasi sebuah thread yang positif. Padahal file tsb nyatanya tidak menimbulkan efek berbahaya bila dijalankan atau dieksekusi. Kesalahan scanning macam ini lazim ditemukan untuk file-file *.VBS, *.HTML, dll. Untuk penggunaan engine checksum sangat banyak ditemui di beberapa software AV lokal. Checksum yang lazim digunakan diantaranya CRC16, CRC32, MD5, dll. Dikarenakan mudah untuk diimplementasikan. Engine ini sendiri bukannya tanpa cacat, Checksum bekerja dengan memproses byte demi byte dari sebuah file dengan sebuah algoritma tertenu (– tergantung dari jenis checksum yang digunakan) sehingga menghasilkan sebuah format tertentu dari file tsb. Contoh checksum menggunakan CRC32 dan MD5 : * calCrc = CRC32(file_name_and_path) * calMD5 = MD5(file_name_and_path) Maka isi dari string calCrc adalah 7AF9E376, sedangkan untuk MD5nya adalah 529CA8050A00180790CF88B63468826A. Perlu diketahui bila virus menerapkan rutin yang mengubah byte tertentu dari badan virus tsb setiap kali maka penggunaan engine checksum ini akan kurang optimal karena bila 1 byte berubah dari file maka checksum juga akan berubah. Mari kita belajar membuat sebuah AV sederhana, yang diperlukan : 1. Software Visual Basic 6.0 2. Sedikit pemahaman akan pemograman Visual Basic 6.0 3. Sampel file bersih atau virus (– opsional) First# Sekarang kita akan belajar membuat sebuah rutin sederhana untuk : - Memilih file yang akan dicek - Membuka file tersebut dalam mode binary - Memproses byte demi byte untuk menghasilkan Checksum Buka MS-Visual Basic 6.0 anda, lalu buatlah sebuah class module dan Form dengan menambahkan sebuah objek Textbox, CommonDialog dan Command Button. (Objek CommonDialog dapat ditambahkan dengan memilih Project -> COmponent atau Ctrl-T dan memilih Microsoft Common Dialog Control 6.0) Ketikkan kode berikut pada class module (kita beri nama class module tsb clsCrc) : ================= START HERE ==================== Private crcTable(0 To 255) As Long ‘crc32 Public Function CRC32(ByRef bArrayIn() As Byte, ByVal lLen As Long, Optional ByVal lcrc As Long = 0) As Long ‘bArrayIn adalah array byte dari file yang dibaca, lLen adalah ukuran atau size file Dim lCurPos As Long ‘Current position untuk iterasi proses array bArrayIn Dim lTemp As Long ‘variabel temp hasil perhitungan If lLen = 0 Then Exit Function ‘keluar fungsi apabila ukuran file = 0 lTemp = lcrc Xor &HFFFFFFFF For lCurPos = 0 To lLen lTemp = (((lTemp And &HFFFFFF00) \\ &H100) And &HFFFFFF) Xor (crcTable((lTemp And 255) Xor bArrayIn(lCurPos))) Next lCurPos CRC32 = lTemp Xor &HFFFFFFFF End Function Private Function BuildTable() As Boolean Dim i As Long, x As Long, crc As Long Const Limit = &HEDB88320 For i = 0 To 255 crc = i For x = 0 To 7 If crc And 1 Then crc = (((crc And &HFFFFFFFE) \\ 2) And &H7FFFFFFF) Xor Limit Else crc = ((crc And &HFFFFFFFE) \\ 2) And &H7FFFFFFF End If Next x crcTable(i) = crc Next i End Function Private Sub Class_Initialize() BuildTable End Sub ================= END HERE ==================== Lalu ketikkan kode berikut dalam event Command1_Click : ================= START HERE ==================== Dim namaFileBuka As String, HasilCrc As String Dim CCrc As New clsCrc ‘bikin objek baru dari class ClsCrc Dim calCrc As Long Dim tmp() As Byte ‘array buat file yang dibaca Private Sub Command1_Click() CommonDialog1.CancelError = True ‘error bila user mengklik cancel pada CommonDialog CommonDialog1.DialogTitle = “Baca File” ‘Caption commondialog On Error GoTo erorhandle ‘label error handle CommonDialog1.ShowOpen namafilbuka = CommonDialog1.FileName Open namafilbuka For Binary Access Read As #1 ‘buka file yang dipilih dengan akses baca pada mode binary ReDim tmp(LOF(1) – 1) As Byte ‘deklarasi ulang untuk array, # Bugs Fixed # Get #1, , tmp() Close #1 calCrc = UBound(tmp) ‘mengambil ukuran file dari array calCrc = CCrc.CRC32(tmp, calCrc) ‘hitung CRC HasilCrc = Hex(calCrc) ‘diubah ke format hexadesimal, karena hasil perhitungan dari class CRC masih berupa numeric Text1.Text = HasilCrc ‘tampilkan hasilnya Exit Sub erorhandle: If Err.Number <> 32755 Then MsgBox Err.Description ‘error number 32755 dalah bila user mengklik tombol cancel pada saat memilih file ================= END HERE ==================== COba anda jalankan program diatas dengan memencet tombol F5, lalu klik Command1 untuk memilih dan membuka file. Maka program akan menampilkan CRC32nya. Second# Kode diatas dapat kita buat menjadi sebuah rutin pengecekan file suspect virus dengan antara membandingkan hasil CRC32nya dan database CRC kita sendiri. Algoritmanya adalah : - Memilih file yang akan dicek - Membuka file tersebut dalam mode binary - Memproses byte demi byte untuk menghasilkan Checksum - Buka file database - Ambil isi file baris demi baris - Samakan Checksum hasil perhitungan dengan checksum dari file Format file database dapat kita tentukan sendiri, misal : - FluBurung.A=ABCDEFGH - Diary.A=12345678 Dimana FluBurung.A adalah nama virus dan ABCDEFGH dalah Crc32nya. Jika kita mempunyai format file seperti diatas, maka kita perlu membaca file secara sekuensial per baris serta memisahkan antara nama virus dan Crc32nya. Dalam hal ini yang menjadi pemisah adalah karakter ‘=’. Buat 1 module baru (– diberi nama module1) lalu isi dengan kode : ================= START HERE ==================== Public namaVirus As String, CrcVirus As String ‘deklarasi variabel global untuk nama dan CRC virus Public pathExe as String ‘deklarasi variabel penyimpan lokasi file EXE AV kita Public Function cariDatabase(Crc As String, namaFileDB As String) As Boolean Dim lineStr As String, tmp() As String ‘variabel penampung untuk isi file Open namaFileDB For Input As #1 ‘buka file dengan mode input Do Line Input #1, lineStr tmp = Split(lineStr, “=”) ‘pisahkan isi file bedasarkan pemisah karakter ‘=’ namaVirus = tmp(0) ‘masukkan namavirus ke variabel dari array CrcVirus = tmp(1) ‘masukkan Crcvirus ke variabel dari array If CrcVirus = Crc Then ‘bila CRC perhitungan cocok/match dengan database cariDatabase = True ‘kembalikan nilai TRUE Exit Do ‘keluar dari perulangan End If Loop Until EOF(1) Close #1 End Function ================= END HERE ==================== Lalu tambahkan 1 objek baru kedalam Form, yaitu Command button2. lalu ketikkan listing kode berikut kedalam event Command2_Click : ================= START HERE ==================== If Len(App.Path) <= 3 Then ‘bila direktori kita adalah root direktori pathEXE = App.Path Else pathEXE = App.Path & “\\” End If CommonDialog1.CancelError = True ‘error bila user mengklik cancel pada CommonDialog CommonDialog1.DialogTitle = “Baca File” ‘Caption commondialog On Error GoTo erorhandle ‘label error handle CommonDialog1.ShowOpen namafilbuka = CommonDialog1.FileName Open namafilbuka For Binary Access Read As #1 ‘buka file yang dipilih dengan akses baca pada mode binary ReDim tmp(LOF(1) – 1) As Byte ‘deklarasi ulang untuk array # Bugs Fixed # Get #1, , tmp() Close #1 calCrc = UBound(tmp) ‘mengambil ukuran file dari array calCrc = CCrc.CRC32(tmp, calCrc) ‘hitung CRC HasilCrc = Hex(calCrc) ‘diubah ke format hexadesimal, karena hasil perhitungan dari class CRC masih berupa numeric If cariDatabase(HasilCrc, pathEXE & “DB.txt”) Then ‘bila fungsi bernilai TRUE MsgBox “Virus ditemukan : ” & namaVirus ‘tampilkan message Box End If Exit Sub erorhandle: If Err.Number <> 32755 Then MsgBox Err.Description ‘error number 32755 dalah bila user mengklik tombol cancel pada saat memilih file ================= END HERE ==================== Fitur AV sederhana ini dapat ditambahkan dengan fitur process scanner, akses registry, real-time protection (RTP) dan lain lain. Untuk process scanner pada dasarnya adalah teknik enumerasi seluruh proses yang sedang berjalan pada Sistem Operasi, lalu mencari letak atau lokasi file dan melakukan proses scanning. Fitur akses registry memungkinkan kita untuk mengedit secara langsung registry windows apabila akses terhadap registry (–Regedit) diblok oleh virus. Sedangkan fitur RTP memungkinkan AV kita berjalan secara simultan dengan windows explorer untuk mengscan direktori atau file yang sedang kita browse atau lihat. Untuk ketiga fitur lanjutan ini akan dibahas pada artikel selanjutnya.
             SEJARAH VISUAL BASIC


Bahasa pemrograman yang paling awal dirancang pada tahun 1950-an dan dibuat semata-mata untuk memecahkan masalah matematika yang kompleks. Bahasa-bahasa tersebut agak membingungkan bagi orang awam. Namun hal itu bukanlah masalah berbesar, karena komputer hanya ditemukan di lembaga-lembaga riset besar. Lambat laut tentunya orang sadar bahwa teknologi komputer bisa berguna tidak hanya untuk melakukan perhitungan matematika, namun bisa berguna untuk bidang yang lain. Maka komputer pun mulai menjadi barang yang biasa ditemukan di lingkungan bisnis dan universitas. Dengan semakin banyaknya orang yang menggunakan komputer, semakin banyak pula orang yang sadar bahwa bahasa pemrograman yang rumit hanya akan menghambat perkembangan komputer itu sendiri. Pada tanggal 1 Mei 1964, penemu bahasa BASIC, yaitu Profesor John G. Kemeny dan Thomas E. Kurtz di Dartmouth College di New Hampshire menjalankan pertama kali program BASIC.
cara membuat kalkulator di VB:
 SOURCE CODE CALCULATOR DI VB



Private Hasil As Double
Private Const opNol = 0
Private Const opTambah = 1
Private Const opKurang = 2
Private Const opkali = 3
Private Const opBagi = 4

Private Operator As Integer
Private NilaiBaru As Boolean

//untuk menghapus karakter terakhir
Private Sub Hapus()
Dim txt As String
Dim min_len As Interger

txt = txtdisplay.Text
If Left$(txt, 1) = "-" Then
min_len = 2
Else
min_len = 1
End If

If Len(txt) > min_len Then
txtdisplay.Text = Left$(txt, Len(txt) - 1)
Else
txtdisplay.Text = "0"
End Sub

Private Sub cmdaAngka_Click(Index As Integer)
End Sub

//hapus angka, hasil terakhir dan operator
Private Sub cmdClear_Click()
cmdClearEntry_Click
Hasil = 0
Operator = opNol
End Sub

'hapus angka
Private Sub cmdClearEntry_Click()
txtdisplay.Text = ""
End Sub

//menambahkan koma (desimal)
Private Sub cmdKoma_Click()
If InStr(txtdisplay.Text, ".") Then
Beep
Else
If NilaiBaru Then
txtdisplay.Text = "."
NilaiBaru = False
Else
txtdisplay.Text = txtdisplay.Text & "."
End If
End If
End Sub

//Menghitung
Private Sub cmdSamaDengan_click()
Dim HasilBaru As Double

If txtdisplay.Text = "" Then
HasilBaru = 0
Else
HasilBaru = CDbl(txtdisplay.Text)
End If
Select Case Operator
Case opNol
Hasil = HasilBaru
Case opTambah
Hasil = Hasil + HasilBaru
Case opKurang
Hasil = Hasil - HasilBaru
Case opkali
Hasil = Hasil * HasilBaru
Case opBagi
//Tidak bisa dibagi Nol
If HasilBaru = 0 Then
MsgBox "Tidak bisa dibagi 0", vbOKOnly + vbCritical, "Kalku ERROR"
Call cmdClear_Click
Else
Hasil = Hasil / HasilBaru
End If
End Select
Operator = opNol
NilaiBaru = True
txtdisplay.Text = Format$(Hasil)
End Sub

//menuliskan angka
Private Sub cmdAngka_Click(Index As Integer)
If NilaiBaru Then
txtdisplay.Text = Format$(Index)
NilaiBaru = False
Else
txtdisplay.Text = "_"
txtdisplay.Text = Format$(Index)
End If
End Sub

//tombol tambah/kurang/bagi/kali
Private Sub cmdOperator_Click(Index As Integer)

cmdSamaDengan_click
Operator = Index
NilaiBaru = True
End Sub

//merubah tanda +/-
Private Sub cmdPlusMinus_Click()
If NilaiBaru Then
txtdisplay.Text = "-"
ElseIf Left$(txtdisplay.Text, 1) = "-" Then
txtdisplay.Text = Right$(txtdisplay.Text, 2)
Else
txtdisplay.Text = "-" & txtdisplay.Text
End If
End Sub

//filter untuk angka saja yang bisa diketikan
Private Sub Form_KeyPress(KeyAscii As Integer)
txtDisplay_KeyPress KeyAscii
End Sub

Private Sub Form_KeyUp(KeyCode As Integer, Shift As Integer)
txtDisplay_KeyUp KeyCode, Shift
End Sub

//supaya kursor tetap di kanan
Private Sub txtDisplay_Change()
txtdisplay.SelStart = Len(txtdisplay.Text)
End Sub

Private Sub txtDisplay_GotFocus()
txtDisplay_Change
End Sub

//untuk mengetikkan angka di keyboard
Private Sub txtDisplay_KeyPress(KeyAscii As Integer)
Dim ch As String

ch = Chr$(KeyAscii)
Select Case ch
Case "0"
cmdAngka_Click 0
Case "1"
cmdAngka_Click 1
Case "2"
cmdAngka_Click 2
Case "3"
cmdAngka_Click 3
Case "4"
cmdAngka_Click 4
Case "5"
cmdAngka_Click 5
Case "6"
cmdAngka_Click 6
Case "7"
cmdAngka_Click 7
Case "8"
cmdAngka_Click 8
Case "9"
cmdAngka_Click 9
Case "*", "x", "X"
cmdOperator_Click opkali
Case "+"
cmdOperator_Click opTambah
Case vbCrLf, vbCr, "="
cmdSamaDengan_click
Case "-"
cmdOperator_Click opKurang
Case "."
cmdKoma_Click
Case "/"
cmdOperator_Click opBagi
Case "C", "c"
cmdClearEntry_Click
End Select

KeyAscii = 0
End Sub

//untuk ketikan angka di numpad
Private Sub txtDisplay_KeyUp(KeyCode As Integer, Shift As Integer)
Select Case KeyCode
Case vbKeyNumpad0
cmdAngka_Click 0
Case vbKeyNumpad1
cmdAngka_Click 1
Case vbKeyNumpad2
cmdAngka_Click 2
Case vbKeyNumpad3
cmdAngka_Click 3
Case vbKeyNumpad4
cmdAngka_Click 4
Case vbKeyNumpad5
cmdAngka_Click 5
Case vbKeyNumpad6
cmdAngka_Click 6
Case vbKeyNumpad7
cmdAngka_Click 7
Case vbKeyNumpad8
cmdAngka_Click 8
Case vbKeyNumpad9
cmdAngka_Click 9
Case vbKeyMultiply
cmdOperator_Click opkali
Case vbKeyAdd
cmdOperator_Click opTambah
Case vbKeySeparator
cmdSamaDengan_click
Case vbKeySubtract
cmdOperator_Click opKurang
Case vbKeyDivide
cmdOperator_Click opBagi
Case vbKeyDecimal
cmdKoma_Click
Case vbKeyBack, vbKeyDelete
Hapus

End Select
KeyCode = 0
End Sub